

Waktu : September 2014
Peserta : Seluruh Civitas Akademika STKIP Aisyiyah Riau
Pemateri : Prof. DR. H. Irwan Efendi, M.Sc
Tujuan :
STKIP Aisyiyah Riau atau biasa disebut STKIP AR ini merupakan salahsatu perguruan tinggi yang berlokasi di Kota Pekanbaru. STKIP AR merupakan Sekolah Tinggi Swasta yang menyandang nama pendidikan di namanya. Dan di STKIP AR -lah banyak terlahir guru-guru berkualitas Islam di Pekanbaru Indonesia.
Prof. DR. H. Irwan Efendi, M.Sc rencananya akan memberikan kuliah umum sebagai pembuka kuliah perdana pada semester ganjil bagi mahasiswa STKIP AR, pada hari rabu, 02 September 2014, pukul 08.00 s/d 12.00 di Gedung Serbaguna STKIP AR, Jln. JL. Angkasa, No. 12 Pekanbaru. Kuliah umum tersebut mengambil tema, “Pendidikan Islam untuk Masa Depan Bangsa Indonesia.”
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fitri, M.Ag. menjelaskan, selain mengikuti kuliah umum bersama Prof. DR. H. Irwan Efendi, M.Sc, mahasiswa baru juga mengikuti serangkaian kegiatan Mastamah (Masa Ta’aruf Mahasiswa) STKIP AR 2015 yang dimulai pada hari senin s/d jumat sore kemarin (25-28/08/2015). Selain mendapatkan kuliah umum, mahasiswa baru juga akan dikenalkan dengan berbagai fasilitas belajar di STKIP AR dengan berbagai teknik mencapai kesuksesan.
Sedangkan hasil diskusi kuliah umum dengan mahasiswa, menurut Prof. DR. H. Irwan Efendi, M.Sc Pendidikan Islam Indonesia saat ini masih belum menjadikan Islam sebagai jati diri di negara Indonesia. Begini kalimat asli yang disampaikan oleh Prof. DR. H. Irwan Efendi, M.Sc pada saat berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa, “Saat ini Pendidikan Islam Indonesia masih naik turun, kita belum bisa menjadikan fokus di negara Indonesia. Kita mengharapkan mestinya bisa dapat menjadi filter proses pendidikan di Indonesia” ujarnya.
Pada era reformasi, ada beberapa jalan untuk dapat menjadikan pendidikan Islam sebagai bentuk perjuangan instansi pendidikan untuk menjadikan Islam sebagai filter proses pendidikan di Indonesia. Hal ini tentunya dimulai dari tataran bawah sehingga muncul ke permukaan adalah hasil proses pendidikan Islam yang sudah menemukan jati diri sebagai pendidik Islami.
Namun, untuk melangkah ke sana akan banyak kendala aturan dan undang-undang yang harus dikuti, Pertama, pemerintah kurang memberikan kesempatan bagi instansi pendidikan untuk berkiprah hingga mengelola perguruan tinggi berdasarkan pendidikan Islam, terutama dalam bentuk proses pendidikannya. Kedua, ketiadaan sumber daya manusia yang konsisten juga menjadi kendala bagi instansi pendidikan untuk maju bersaing dengan pendidikan asing.
Sehingga, kampus memiliki input mahasiswa yang sudah berasal dari output pendidikan Islam. Proses pendidikan Islam akan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa sehingga memiliki ruang gerak yang lebih baik menjadi pendidik Islami. (ZA 6/12)