

IPTAR (Pekanbaru, 22 Juli 2025). Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, dunia pendidikan dituntut tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial. Dalam praktiknya, kualitas pembelajaran masih fokus pada capaian kognitif semata, namun mengabaikan dimensi afektif dan sosial. Padahal, pembentukan karakter sosial siswa seperti empati, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi sangat ditentukan dalam proses pembelajaran di kelas. Kualitas pembelajaran sangat diperhatikan dalam dunia pendidikan. Karena sangat berpengaruh terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Kualitas adalah mutu, tingkat baik dan buruknya sesuatu, derajat atau taraf (kepandaian dan kecakapan). Sedangkan kualitas menunjuk suatu perubahan dari yang rendah menjadi tinggi, atau sebaliknya.
Kualitas pembelajaran dapat diketahui melalui peningkatan aktivitas dan kreativitas peserta didik, peningkatan disiplin belajar, serta peningkatan motivasi belajar. Selain itu, sarana prasarana dan strategi atau metode yang tepat, juga mendukung berhasil atau tidaknya pembelajaran. Keseluruhan kriteria kualitas tersebut membutuhkan kompetensi guru, sebagai salah satu komponen aktif dalam pembelajaran. Guru yang mampu menciptakan suasana pembelajaran inklusif, partisipatif, dan bermakna, berperan penting dalam membentuk nilai-nilai sosial siswa. Keteladanan guru dalam bersikap adil, terbuka, dan menghargai perbedaan menjadi pembelajaran tersendiri yang tidak tertulis di buku teks. Selain itu, mendukung kualitas pembelajaran juga diperlukan faktor lain dari kreativitas guru, yaitu desain media yang menarik. Media pembelajaran yang kurang menarik membuat siswa menjadi tidak fokus mengikuti pembelajaran di kelas.
Tak kalah penting, lingkungan sekolah yang suportif dalam menciptakan iklim sekolah, harus menjadi ruang aman bagi siswa untuk berinteraksi dan belajar dari keberagaman. Sekolah yang menumbuhkan budaya dialog, menghargai perbedaan pendapat, dan menegakkan nilai-nilai keadilan akan melahirkan lulusan yang bukan hanya pintar, tapi juga bermoral dan siap hidup dalam masyarakat yang plural. Dampak positif dari pembelajaran berkualitas sangat nyata dalam pembentukan karakter sosial siswa. Mereka tumbuh menjadi pribadi lebih empatik, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Inilah modal penting menghadapi tantangan abad ke-21, yang membutuhkan kemampuan kolaboratif, bukan sekadar kompetitif. Pembelajaran ekonomi jenjang SMA tidak hanya berperan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga penting untuk membangun karakter sosial. Proses belajar yang baik dengan metode pembelajaran efektif, mendorong siswa memahami pentingnya tanggung jawab dan menyadari dampak sosial. Sebaliknya, jika pembelajaran ekonomi tidak dilakukan secara efektif, siswa akan kesulitan memahami konsep ekonomi secara menyeluruh. Situasi ini akan menghambat perkembangan karakter sosial dan mengurangi aktivitas siswa.
Sudah saatnya kita melihat pendidikan bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi sebagai arena pembentukan manusia seutuhnya. Dengan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui guru yang kompeten, kurikulum yang relevan, lingkungan kondusif, dan media pembelajaran kreatif, kita akan menanam benih-benih karakter sosial yang akan menentukan masa depan bangsa. Penggunaan media pembelajaran secara kreatif akan meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar lebih banyak, dapat mengerti apa yang dipelajari dengan baik, serta meningkatkan keterampilan sesuai tujuan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran secara kreatif akan meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar lebih banyak, dapat mengerti apa yang dipelajari dengan baik, serta meningkatkan keterampilan sesuai tujuan pembelajaran. Hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara aktivitas siswa, aktivitas guru, iklim sekolah, serta media pembelajaran terhadap kualitas pembelajaran. Sedangkan materi dan sistem pembelajaran tidak berpengaruh secara positif. Hasil analisis yang dilakukan, menunjukkan bahwa aktivitas siswa, iklim sekolah, dan media pembelajaran, secara simultan memberi pengaruh signifikan terhadap kualitas pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi. Semakin tinggi intensitas aktivitas siswa, iklim sekolah yang mendukung, serta penggunaan media yang kreatif, maka semakin meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembentukan karakter siswa dipengaruhi sosok guru sebagai teladan dalam aktivitas sehari-hari. Serta merancang sistem pembelajaran dan iklim sekolah yang kondusif.
Mendukung implementasi hasil penelitian ini, diharapkan dukungan sekolah untuk menyediakan fasilitas dan teknologi pembelajaran yang mendukung. Seperti media interaktif dan laboratorium virtual, untuk menciptakan lingkungan belajar lebih kondusif. Selain itu, peningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan, akan mendukung pembelajaran yang efektif untuk seluruh unsur di sekolah. Serta menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, agar tercapai kualitas pembelajaran bermutu.. (*)
Galery : Facebook | Instagram (1 – 2 – 3 – 4 – 5)
Sumber lainnya: Solo | Alexainfoterkini | RRI | JatengPos