

Waktu : Ramadan 1435 H/ 2014 M
Peserta : PWA, BPH, Dosen dan Karyawan STKIP AR
Tujuan :
Kegiatan buka puasa bersama merupakan acara yang sering diadakan selama bulan suci Ramadhan. Mulai dari buka bersama keluarga besar, kawan, kolega ataupun komunitas talumni SD, SMP atau SMA. Begitu juga dengan STKIP Aisyiyah Riau. STKIP Aisyiyah Riau melakukan kegiatan buka puasa tepatnya Jum’at (01/14). Kedatangan rombongan Dosen dan Karyawan STKIP Aisyiyah Riau beserta keluarga disambut gembira oleh pengelola Outbond Bukit Na’ang Bangkinang bapak Djuharman Arifin. Sebagai informasi, provinsi Riau juga mempunyai pesona wisata yang tak kalah dari provinsi-provinsi lainnya, salah satunya yaitu Bukit naang, yang berlokasi di jalan Bangkinang – Petapahan, kabupaten kampar yang berjarak kurang lebih 8 km dari ibu kota Bangkinang. Karena terletak di jalan lintas seperti itu, makanya objek wisata tidak di lewati oleh angkutan umum, jadi anda tidak perlu panik kalau tidak membawa kenderaan pribadi. Jika kita cermati tenyata tradisi ini juga memiliki manfaat bukan hanya bagi peserta buka puasa bersama namun juga bermanfaat bagi orang lain. Adanya ajang kumpul-kumpul ini mestinya dimanfaatkan pula untuk membuka jalan dalam berlomba-lomba dalam kebaikan dengan kegiatan ibadah secara kolektif, seperti mengumpulkan zakat dan menyalurkannya ke wadah yang membutuhkan misalnya.
Acara ini tidak mesti berlangsung di restoran atau mall namun, acara ini juga dapat lebih khidmat dan hemat jika dilaksanakan dirumah. Mari kita teliti bersama apa saja sih tujuan, hikmah dan manfaat buka bersama ini.
Tujuan berbuka puasa bersama STKIP Aisyiyah Riau:
Buka puasa bersama bukan sekedar temu kangen dan bersorak sorai bersama kolega, namun lihatlah ini sebagai momen untuk menyambung tali silaturahmi yang telah lama terputus dari kawan lama atau saudara jauh misalnya. Adapun perkara menjalin silaturahmi ini sangat penting bagi umat muslim, seperti berikut ini:
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).”
(HR. Bukhari no. 5983)
Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)”
(HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211, shahih)
Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.”
(HR. Bukhari no. 5991)
Jadi marilah kita perbaiki pandanga kita mengenai acara buka puasa bersama yaitu dengan niat ikhlas untuk menjalin silaturahmi.
1.Melaksanakan anjuran Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa memberikan hidangan berbuka puasa bagi yang berpuasa, maka baginya seperti pahala yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang berpuasa”
(HR. At-Tirmidz dll dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-albani)
2.Menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal–amal shalih
3.Menghidupkan sifat kedermawanan di bulan Ramadhan
4.Mempererat tali Ukhuwwah Islamiyyah di antara kaum muslimin
5.Membantu meringankan beban kaum Dhu’afa ( Faqir-Miskin ).
Dengan demikian, kegiatan ini sangatlah bermanfaat bagi Seluruh Civitas Akademika STKIP Aisyiyah Riau dan diharapkan untuk bisa terus dilestarikan. Alangkah lebih baiknya apabila buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan ini juga ditingkatkan kwalitasnya dan bisa dinikmati jamaah dalam skala yang lebih luas. (ZA 6/10)