


STKIP ‘Aisyiyah Riau. Sabtu, 14 Sya’ban 1444 H bertepatan dengan 06 Maret 2023 M, STKIP ‘Aisyiyah Riau menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Green Living sebagai Perwujudan Kampus Berwawasan Lingkungan”. Pada kesempatan kuliah umum kali ini, STKIP ‘Aisyiyah Riau menghadirkan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yaitu Prof. Dr. Ir. Siti Muslimah Widyastuti, M.Sc., yang juga merupakan dosen Universitas Gajah Mada. Kegiatan akademik kuliah umum ini di ikuti seluruh civitas akademika STKIP ‘Aisyiyah Riau di Aula serbaguna STKIP ‘Aisyiyah Riau.
Dr. Nini Aryani, M.Pd. menyampaiakan dalam sambutannya bahwa tema yang diangkat kali ini menjadi salah satu tema besar global atau internasional. Narasi dan literasi mengenai green living dan kampus berwawasan lingkungan ini sangat penting mengingat keberlanjutan kita dan kehidupan serta aktivitas manusia dimuka bumi ini telah banyak menjadi perhatian karena berdampak pada kerusakan lingkungan dan tentu saja menjadi ancaman keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri di bumi ini. Untuk itu, bagi memberikan literasi dan pengetahuan kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat luas STKIP menghadirkan narasumber yang sangat kompeten dalam bidang ini untuk memberikan membagikan pengetahuan yang bermanfaat tentang green living dan kampus berwawasan lingkungan.
Selain itu, Nini Aryani juga berharap ilmu-ilmu yang akan disampaikan oleh narasumber nantinya dapat dimanfaatkan mahasiswa STKIP ‘Aisyiyah Riau sebagai pengetahuan dan wawasan yang berguna dalam dalam kehidupan sehari-hari dan dapat disampaikan kembali kepada masyarakat luas untuk selalu memperhatikan dan menjaga lingkungan supaya tetap lestari dan tidak rusak oleh ulah kehidupan serta aktivitas kita sebagai manusia. Diakhir sambutannya Dr. Nini Aryani juga berharap kuliah umum yang disampaikan dapat menjadi pengaya akan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada seluruh civitas akademik di kampus STKIP ‘Aisyiyah Riau serta bisa mengupayakan dan mewujudkan kampus berwawasan lingkungan tersebut di STKIP ‘Aisyiyah Riau.
Sesi penyampaian materi, dipandu oleh salah satu dosen pendidikan ekonomi yaitu Henri Yanto Daulay, M.Pd. sebagai moderator. Pemateri, Prof. Dr. Ir. Siti Muslimah Widyastuti, M.Sc. memaparkan tentang betapa pentingnya untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlagnsungannya untuk kualitas hidup lebih baik kedepan. Pemateri juga memaparkan bagaimana berbagai aktivitas yang dilakukan manusia, secara sadar maupun tidak disadari banyak menimbulkan efek negatif atau bahkan merusak lingkungan dan alam ini. Beliau juga memaparkan bahwa trend polusi yang disebabkan oleh sampah plastik dari tahun ketahun terus meningkat, dan diperkirakan bahwa pada tahun 2050 jumlah sampah plastik dilautan akan lebih banyak dari pada jumlah ikan yang ada dilautan. Hal ini tentu saja menjadi masalah yang perlu di perhatikan secara khusus oleh kita semua sebagai manusia yang pada aktivitas kehidupan sehari-hari memberikan sumbangan kepada banyaknya sampah plastik di lingkugan kita, sehingga kita semua ikut bertanggungjawab supaya apa yang di perkirakan tidak terjadi dan memberikan solusi alternatif terhadap ketergantungan kita pada media plastik yang kita gunakan sehari-hari sebagai penggantinya dengan fungsi yang sama seperti plastik tersebut, mengingat jangka waktu atau umur bahan plastik tersebut bisa di urai oleh alam adalah sangat lama.
Narasumber yang akrab di sapa Prof. Wiwid juga menyampaikan bahwa persoalan sampah yang dari masa kemasa dan berlarut juga adalah menjadi salah satu penyebab utama tercemarnya lingkungan dan mengakibatkan banjir dimana-mana. Gaya hidup yang secara sadar atau pun tidak juga menjadi pemicu terhadap kerusakan lingkungan, misalnya gaya hidup yang berlebih dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga pada akhirnya apa yang dibutuhkan tersebut berlebihan dan akan berakhir menjadi sampah dan mubazir. Oleh karena itu penting bagi kita kembali memperhatikan pola dan gay ahidup kita agar tidak memberikan sumbangsih terhadap kerusakan lingkungan, memulai dari part atau bagian dari komunitas kecil yaitu keluarga dengan mengatur dan memilah sesuai dengan kebutuhan saja dan bukan berlebihan.
Menurut Barilla Center for Food and Nutrition, tahun 2019; Indonesia merupakan negara penghasil limbah makanan kedua terbesar di dunia. Selain itu, masalah pembangkit listrik tenaga uap yang memanfaatkan batubara sebagai sumber energinya juga menjadi sorotan dan penyumbang polusi udara di Indonesia dan dunia. Kemudian, hutan yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan juga makin berkurang akibat kegiatan deforestasi baik secara individu maupun oleh pihak-pihak perusahaan yang mendapat izin dari negara. Dari hal-hal tersebut dan banyak lainnya yang menjadi penyebab rusaknya lingkungan, maka kita perlu menjadikan dan menerapkan Green Living dalam kehidupan atau perubahan gaya hidup yang menekankan pada penggunaan sumberdaya seminimal mungkin agar kelestarian alam tetap terjaga sehingga dapat terus berkelanjutan kedepan untuk anak cucu kita. Green Living menjadi penting diantaranya karena pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat, sedangkan ketersediaan sumberdaya alam tidak selaras dengan pertumbuhan tersebut, serta gaya atau aktivitas manusia yang tidak mengindahkan asas kelestarian lingkungan yang menimbulkan kerusakan lingkungan dimana-mana. Jika ini diabaikan maka bisa berakibat pada perubahan iklim (climate change), masalah kesehatan dan ekonomi, hilangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya limbah dan menurunkan kualitas kehidupan manusia. Untuk itu, perlu kesadaran manusia dan kita semua untuk memulai pola kehidupan yang selalu menjaga dan memperhatikan asas kelestarian lingkungan guna mendukung keberlanjutan kehidupan manusia kedepan.
Pada akhir penyampaianya, Prof. Wiwid mengingatkan bahwa kita sebagai bagian dari kehidupan di bumi ini mempunyai tanggungjawab untuk sama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan dengan memulai dari kehidupan kita secara pribadi dan keluarga, membiasakan dari hal-hal kecil seperti, hemat energi/listrik dan mematikan saat tidak dipakai, menghindari gaya hidup konsumtif dan berlebihan, peduli pada berbagai isu lingkungan, dan memanfaatkan kembali limbah rumah tangga yang masih bisa dipakai dengan cara 4R; Replace atau mengganti sesuatu yang diguanakan dengan yang lebih ramah lingkungan, Reuse atau memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa dan layak pakai sehingga memperpanjang umur dari fungsi dan penggunaan barang tersebut, Recycle atau pemrosesan bahan-bahan atau produk yang sudah tidak terpakai lagi menjadi bahan baku yang dapat digunakan kembali, dan terakhir Reduce atau mengurangi penggunaan barang-barang yang dapat merusak kelestarian alam dan menggantikannya dengan barang yang sama fungsinya dan tidak merusak alam. ****
Galeri Kuliah Umum: FB STKIP ‘Aisyiyah Riau & IG STKIP ‘Aisyiyah Riau