Kuliah Umum: Hadirkan Prof. Ganefri (Rektor UNP) Sebagai Narasumber

STKIP ‘Aisyiyah Riau Wisuda 69 Mahasiswa Program Sarjana
28/12/2018
Penerimaan Mahasiswa Baru TA. 2019-2020
04/02/2019

Kuliah Umum: Hadirkan Prof. Ganefri (Rektor UNP) Sebagai Narasumber

Narasumber: Prog. Ganefri, Ph.D. (Rektor UNP)

STKIP 'AISYIYAH RIAU, Pekanbaru (14/01/2019). STKIP ‘Aisyiyah Riau menyelenggarakan kuliah umum dengan tema "Tantangan Dunia Pendidikan Menghadapi Revolusi Industri 4.0". Pada kesempatan kuliah umum kali ini, STKIP ‘Aisyiyah Riau menghadirkan seorang Profesor yang pernah menjabat sebagai ketua LLDIKTI Wilayah X (Kopertis Wilayah X) dan saat ini merupakan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), yakni Prof. Ganefri, Ph.D. Kegiatan akademik kuliah umum yang terbuka bagi seluruh civitas akademika STKIP ‘Aisyiyah Riau ini diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 12 Januari 2019 dan bertempat di aula serbaguna STKIP ‘Aisyiyah Riau.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ganefri menyampaikan bahwa sebagai orang yang pernah menjabat ketua LLDIKTI Wilayah X yang salah satu tugasnya adalah untuk membina perguruan tinggi swasta, maka beliau mempunyai tanggungjawab moral untuk membina perguruan tinggi swasta yang ada termasuk STKIP ‘Aisyiyah Riau supaya bisa terus maju dan berkembang kedepan, meskipun saat ini beliau tidak lagi menjabat sebagai ketua LLDIKTI Wilayah X.

Prof. Ganefri juga menyampaikan, STKIP ‘Aisyiyah Riau sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang menghasilkan tenaga pendidik perlu terus untuk meningkatkan mutu layanan dan kualitas pendidikannya sehingga bisa menjawab tantangan pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan menghasilkan para pendidik yang professional, berintegritas dan memiliki mutu serta kualitas yang tinggi. Setiap tenaga pendidik harus memiliki sertifikasi pendidik, dan ini sangat penting bagi para pendidik dalam mengemban tugasnya sebagai seorang pendidik. Akan tetapi, tidak semua perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program sertifikasi pendidik atau pendidikan profesi guru. untuk itu, STKIP ‘Aisyiyah Riau dapat menjalin kerjasama dengan UNP sebagai salah satu universitas yang telah memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan program sertifikasi pendidik atau pendidikan profesi guru.

Disampaikan oleh Prof. Ganefri, UNP sebagai salah satu perguruan tinggi penerima program hibah perguruan tinggi asuh (PT Asuh) dari Kemenristekdikti, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dari perguruan tinggi termasuk di dalamnya program studi, maka melalui program ini STKIP ‘Aisyiyah Riau berpeluang untuk menjadi PT asuh UNP dan dapat meningkatkan sistem penjaminan mutu di STKIP ‘Aisyiyah Riau sehingga kedepan dapat meningkatkan mutu institusi dan program studi yang ada di STKIP ‘Aisyiyah Riau.

Menanggapi hal yang disampaikan oleh Rektor UNP tersebut, Wakil ketua STKIP ‘Aisyiyah Riau Henri Yanto Daulay, M.Pd menyatakan bahwa, kesempatan dan peluang yang disampaikan oleh Rektor UNP tersebut akan di tindaklanjuti oleh STKIP ‘Aisyiyah Riau sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi atau institusi sehingga pada saatnya nanti STKIP ‘Aisyiyah Riau dapat menjadi perguruan tinggi yang unggul sebagaimana visi dan misi yang hendak dicapai kedepan, yaitu Menjadi STKIP yang Unggul Berdasarkan Nilai-Nilai Islam, Bertaraf Nasional pada Tahun 2026.

Dalam materi kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Ganefri yang berjudul Pendidikan Pada Era Revolusi Industri 4.0, beliau menyampaikan bahwa saat ini hampir semua sektor kehidupan telah terjadi disruption (Disruptive Innovation), yaitu inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Artinya ada peran teknologi dan pergeseran model bisnis dari era analog ke era digital dengan inovasi-inovasi digital yang membuat segalanya menjadi mudah. Dengan demikian dunia pendidikan kita harus mampu menjawab tantangan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 tersebut sehingga kita mampu berkembang dan bersaing untuk masa mendatang. Salah satu disruption dalam pendidikan ditandai dengan hadirnya online learning. Maka dari itu, kita harus melakukan transformasi secara internal dan kolaborasi dengan pihak eksternal sebagai upaya menjawab tantangan revolusi industri 4.0 tersebut.

Foto bersama Prof. Ganefri, Ph.D.

“Transformasi internal dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kinerja dan efisiensi dalam setiap proses pendidikan, komperehensif dan tepat waktu. Selain itu, evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan dalam menghadapi tantangan, perubahan-perubahan dan perkembangan zaman dan teknologi yang terus terjadi. Tentu saja dalam menghadapi hal-hal tersebut akan menemukan berbagai kendala dan masalah yang harus di selesaikan. Namun kita harus meyakini bahwa jika ada masalah, berarti ada peluang. Sementara itu, kolaborasi dengan pihak eksternal harus dilakukan dan sangat dibutuhkan, karena untuk mewujudkan riset, teknologi dan pendidikan tinggi yang lebih terbuka, fleksibel dan bermutu, kita tidak dapat bekerja sendiri,” ujar Prof. Ganefri.

Prof. Ganefri juga berpesan kepada calon-calan pendidik masa depan untuk terus mengembangkan diri, membuka diri dalam menerima berbagai perkembangan teknologi dan terus berusaha untuk menguasai dan memahami trend perkembangan teknologi tersebut sehingga mampu menerapkannya dalam dunia pendidikan. Distruption mengakibatkan timbulnya tantangan, ketidakpastian, dan kesempatan atau peluang baru, kalau kita dapat memanfaatkannya dengan baik maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan dan daya saing kita. Distruption terjadi akibat dari hadirnya masa depan ke masa kini, dan kita harus menjadi orang yang mampu menjawab tantangan itu dan harus mampu memanfaatkan kesempatan atau peluang tersebut untuk kemajuan dunia pendidikan kita. (Unique)***

Comments are closed.

Web
Analytics

Lihat Statistik